Penyerang Chelsea Joao Pedro menjadi pusat badai usai laga setelah selebrasinya yang provokatif melawan mantan klubnya, Brighton & Hove Albion. Pemain asal Brasil itu memainkan peran utama dalam kemenangan tipis Chelsea 4-3 di Stamford Bridge, tetapi menuai kritik keras atas tindakannya di depan para suporter tim tamu.
Knockaert mengecam Pedro yang "tak tahu berterima kasih"
Atmosfer di Stamford Bridge sudah begitu bergelora ketika tim asuhan Xabi Alonso berupaya mempertahankan start sempurna mereka di musim Premier League, tetapi narasi kemudian bergeser ke perilaku individu setelah laga thriller dengan banyak gol.
Pedro, yang meninggalkan South Coast untuk West London, menjadi sasaran suporter Brighton yang datang bertandang sejak peluit pertama. Ketegangan mencapai titik puncak ketika pemain asal Brasil itu, setelah sebelumnya menyia-nyiakan peluang besar di laga ini, akhirnya mencetak gol dan memilih merayakannya tepat di depan sektor pendukung tim tamu yang murka.
Mantan winger Brighton Anthony Knockaert termasuk di antara pengkritik paling vokal terhadap perilaku sang penyerang. Melalui Instagram untuk menyampaikan ketidaksenangannya, pria Prancis itu tidak menahan diri dalam menilai apa yang ia anggap sebagai kurangnya respek sang pemain kepada mantan klubnya.
Menulis di platform media sosial tersebut, Knockaert mengatakan: "Jangan lupakan apa yang dilakukan Brighton untukmu, kawan. Tidak tahu berterima kasih."
Bintang Chelsea membela pilihan selebrasinya
Berbicara setelah peluit akhir dibunyikan, Pedro cepat meredam kontroversi itu, dengan menegaskan bahwa tindakannya hanyalah cerminan dari gairahnya untuk mencetak gol, bukan penghinaan yang ditujukan kepada mantan klubnya. Penyerang itu menjelaskan bahwa rutinitas selebrasinya merupakan bagian standar dari permainannya, terlepas dari siapa pun yang duduk di tribun.
Menanggapi dampak dari pertandingan tersebut, Pedro mengatakan kepada BBC Sport: "Saya hanya merayakan, itu bisa ditujukan kepada suporter mana pun, tim mana pun. Saya hanya ingin melakukan selebrasi saya."
Terlepas dari drama individu itu, penyerang tersebut ingin menyoroti perkembangan kolektif yang sedang dibangun di bawah rezim baru Alonso di Chelsea. Ia menambahkan: "Kami memulai dengan sangat baik tetapi kemudian kebobolan gol. Kami harus lebih konsisten dan tidak memberi lawan energi. Dibu [Emiliano Martinez] sekali lagi menunjukkan kualitasnya. Selangkah demi selangkah, kami akan mencapai level kami."
Alonso melanjutkan start sempurna meski di tengah kekacauan
Kontribusi Pedro terhadap kemenangan itu sangat signifikan, karena kini ia mencatatkan dua gol dan dua assist dalam dua pertandingan liga pertamanya musim ini. Penampilannya mendapat pujian tinggi dari mantan striker Premier League Darren Bent, yang meliput pertandingan itu untuk Sky Sports.
Bent sangat terkesan dengan kualitas teknik yang ditunjukkan pada gol ketiga Chelsea, dengan menyoroti keterlibatan Morgan Rogers dan Jorrel Hato dalam proses terjadinya gol tersebut. Saat menyaksikan tayangan ulang, Bent berkata: "Penyelesaian yang sangat bagus. Rogers menjadi pusatnya, dia memulainya, lalu Hato melakukan pergerakan yang sangat bagus."


Trent Alexander-Arnold Jadi Gelandang Permanen Real Madrid? Ini Jawaban Jose Mourinho
Michael Carrick Akhirnya Kembali ke Panggung Liga Champions Setelah 4 Tahun 291 Hari
Pilar Masa Depan Manchester United itu Bernama Kobbie Mainoo
