Belgia mengatasi Amerika Serikat 4-1 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di tengah polemik keputusan FIFA terkait Folarin Balogun. Kemenangan tersebut lahir beberapa jam setelah otoritas sepak bola dunia menangguhkan larangan satu pertandingan untuk striker tuan rumah bersama turnamen. BeritaOlahraga
Penangguhan hukuman itu memantik kritik terbuka. UEFA, Federasi Sepak Bola Belgia, dan pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel sama-sama mempertanyakan dasar keputusan yang mengizinkan Balogun tampil usai kartu merah langsung di babak 32 besar.
Keputusan FIFA dan Gelombang Protes
Beberapa jam sebelum kick-off, FIFA menangguhkan larangan satu pertandingan untuk Folarin Balogun. Kebijakan ini memungkinkan penyerang Amerika Serikat tetap bermain meski sebelumnya menerima kartu merah langsung pada babak 32 besar. KompetisiOlahraga Internasional
Langkah itu segera menuai reaksi. UEFA, Federasi Sepak Bola Belgia, hingga pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel mempertanyakan dasar penangguhan hukuman, sebagaimana dilaporkan BBC Sport.
Balogun kemudian tampil sebagai starter untuk Amerika Serikat dalam laga 16 besar tersebut. Keputusan FIFA pun kian menjadi sorotan di sekitar pertandingan yang melibatkan salah satu tuan rumah bersama Piala Dunia 2026.
Kontroversi Balogun Jadi Bahan Bakar Belgia
Gelandang Rangers, Nicolas Raskin, menyebut keputusan FIFA itu sempat mengusik ruang ganti Belgia. "Banyak hal terjadi di luar lapangan selama dua hari terakhir," buka Raskin dikutip dari BBC Sport.
Ia menegaskan respons timnya dibawa ke arena kompetitif. "Ada rasa ketidakadilan di dalam skuad, dan kami bertekad untuk membalas di lapangan," sambung pemain berusia 25 tahun tersebut.
Pernyataan Raskin tercermin dari penampilan Belgia. Meski Balogun tampil sejak menit awal, Setan Merah mengendalikan jalannya pertandingan dan menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 4-1 untuk mengamankan tiket ke perempat final. GameOlahraga
Selebrasi Bernada Sindiran dan Respons Tim
Kapten Belgia, Youri Tielemans, menilai polemik menjelang laga justru menguatkan kebersamaan tim. "Kami mengatakan pada diri sendiri bahwa kami harus membalas di lapangan. Itulah yang kami lakukan," katanya.
Selepas gol keempat Belgia, sejumlah pemain melakukan selebrasi yang menyerupai "tarian Trump". Gaya tersebut identik dengan gerakan Donald Trump saat kampanye pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 2024, dan memicu berbagai spekulasi di media sosial.
Sindiran juga muncul melalui akun Instagram resmi tim nasional Belgia. Mereka mengunggah foto Romelu Lukaku yang menangkupkan telinga disertai tulisan "overturn this", sebuah kalimat yang dianggap menyindir keputusan FIFA.


Sepak Bola Italia Berduka! Legenda AC Milan, Franco Baresi Meninggal Dunia
AS Roma Ingin Borong 2 Bintang Muda Real Madrid: Endrick dan Franco Mastantuono
Gonzalo Garcia Selangkah Lagi ke Fulham, Real Madrid Siapkan Jalan Pulang
