Hierarki penjaga gawang Paris Saint-Germain kembali menjadi sorotan setelah start tersendat di kompetisi domestik. Matvei Safonov, yang memainkan peran penting dalam kesuksesan klub di Eropa musim lalu, menghadapi sorotan tajam setelah serangkaian penampilan yang kurang meyakinkan di bawah mistar.
Tekanan meningkat terhadap Safonov setelah kekalahan dari Monaco
Menurut L’Équipe, perdebatan soal posisi nomor satu di Parc des Princes kembali mencuat menyusul rangkaian hasil buruk yang dialami juara bertahan Prancis itu. Sorotan makin tajam setelah kekalahan mengejutkan 2-1 di kandang dari AS Monaco, ketika posisi Safonov dipertanyakan pada gol kemenangan tim tamu.
Meski seluruh unit pertahanan terlihat rapuh, "raksasa dari Krasnodar" itu semakin dipandang sebagai mata rantai terlemah dalam tim yang gagal memenangi tiga pertandingan pertamanya di Ligue 1. Luis Enrique, yang sebelumnya menunjukkan sikap tanpa kompromi dengan menggantikan Gianluigi Donnarumma dengan Lucas Chevalier, kini berada di persimpangan jalan terkait pilihannya.
Chevalier menunggu kesempatan
Situasi saat ini bisa menjadi penyelamat bagi Chevalier, yang menghabiskan sebagian besar tahun kalender ini di pinggir lapangan. Kiper Prancis berusia 24 tahun itu belum tampil dalam pertandingan kompetitif sejak kemenangan adu penalti atas Marseille di Trophee des Champions pada Januari lalu. Meski minim menit bermain belakangan ini, Chevalier tetap menjadi bagian dari skuad tim utama dan siap merebut kembali peran sebagai starter yang ia
Persaingan antara kedua penjaga gawang ini bukan hal baru bagi klub Paris tersebut, yang posisi kipernya kerap menjadi bahan perdebatan sengit selama era QSI. Potensi kembalinya Chevalier akan menjadi perubahan lain dalam hierarki yang tetap cair di bawah kepemimpinan Enrique.
Enrique tetap menantang meski hasil tidak memuaskan
Meski desakan untuk melakukan perubahan kian besar, Enrique secara terbuka membela performa timnya, dengan menegaskan bahwa hasil yang diraih tidak mencerminkan kualitas permainan mereka. Berbicara setelah kekalahan dari Monaco, ia memberikan penilaian yang jujur tentang pertandingan tersebut. "Saya senang dengan apa yang saya lihat," kata Enrique. "Ini adalah awal musim. Kami belum berada dalam performa terbaik, tetapi kami pantas memenangkan pertandingan ini."
Pelatih asal Spanyol itu kemudian menyoroti aspek psikologis dari situasi sulit yang sedang dialami skuadnya. "Bagaimana saya menjelaskannya? Sepakbola terkadang tidak bisa dijelaskan. Saya ingin menyoroti mentalitas para pemain. Ini akan menjadi kejuaraan yang menarik. Kami perlu mempersiapkan diri untuk masa depan."


Trent Alexander-Arnold Jadi Gelandang Permanen Real Madrid? Ini Jawaban Jose Mourinho
Michael Carrick Akhirnya Kembali ke Panggung Liga Champions Setelah 4 Tahun 291 Hari
Pilar Masa Depan Manchester United itu Bernama Kobbie Mainoo
