Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, mengumumkan bahwa ia akan menepi agar para pendukung klub yang paling lama setia bisa menyaksikan penampilan perdana mereka di Eropa. Sang chief executive dan beberapa anggota dewan berpangkat tinggi akan melepas tiket VIP mereka untuk laga mendatang melawan RB Leipzig, demi memastikan bahwa mereka yang telah mendukung Como melewati masa-masa terendah sepak bola Italia kini bisa menikmati puncak tertinggi.
Sebuah gestur loyalitas untuk para pendukung setia Como
Kebangkitan Como menjadi salah satu kisah paling memikat dalam sepakbola Eropa, bertransformasi dari kasta bawah piramida Italia menuju gemerlap Liga Champions dalam waktu singkat yang memecahkan rekor. Sementara klub yang didukung Djarum Group itu sangat fokus pada ekspansi internasional dan modernisasi merek globalnya, jajaran petinggi tidak melupakan komunitas lokal yang menjaga nyala klub tetap hidup selama puluhan tahun masa sulit.
Menghadapi stadion yang penuh sesak di Stadio Giuseppe Sinigaglia dan permintaan tiket yang sangat besar, jauh melampaui kapasitas stadion saat ini, Suwarso dan sesama direktur memilih melepaskan kursi mereka sendiri di area VIP. Keputusan ini diambil bukan demi publisitas, melainkan untuk menghormati loyalitas lintas generasi dari para suporter yang tetap bersama klub melewati kebangkrutan dan kompetisi amatir.
Mengapresiasi seumur hidup dukungan Lariani
Kriteria untuk menerima kursi eksekutif eksklusif ini sangat spesifik: klub mencari suporter yang lahir pada 1950 atau sebelumnya. Mereka adalah orang-orang yang sudah hadir jauh sebelum era saat ini yang dipenuhi perekrutan superstar dan sorotan media global, mewakili sejarah hidup klub. Dalam pernyataan menyentuh yang dirilis melalui akun Instagram resminya, Suwarso menjelaskan motivasi di balik langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya ini.
"Stadion sudah terjual habis. Dengan kapasitas yang dikurangi dan jumlah tiket yang tersedia terbatas, sayangnya kami tidak bisa mengakomodasi semua orang yang ingin berada di sana," tulis Suwarso di media sosial. "Namun, beberapa petinggi klub dan saya telah memutuskan untuk melepas kursi kami untuk pertandingan ini. Kami ingin kursi-kursi itu diberikan kepada para suporter yang menunggu paling lama: mereka yang lahir pada 1950 atau sebelumnya, yang mengikuti Como melalui setiap liga dan era."
Menavigasi keterbatasan stadion dan regulasi UEFA
Kedermawanan dewan direksi itu datang pada saat kursi di Sinigaglia sangat terbatas. Stadion tersebut telah menjalani renovasi besar-besaran sepanjang musim panas untuk memenuhi persyaratan ketat yang ditetapkan UEFA untuk kompetisi Eropa. Pekerjaan ini mencakup rekonstruksi total Curva Ovest, pemasangan ulang dan pelebaran lapangan, serta peningkatan signifikan pada sistem lampu sorot, fasilitas media, dan layanan hospitality. Meski ada peningkatan tersebut, klub tetap harus menghadapi kendala regulasi yang kompleks, yang justru mengurangi jumlah suporter yang diizinkan masuk pada malam laga Eropa dibandingkan dengan pertandingan domestik Serie A.
Meski stadion itu dapat menampung lebih dari 12.000 penonton untuk pertandingan liga, UEFA membatasi kapasitasnya menjadi sekitar 11.000 untuk Liga Champions. Pengurangan ini terutama disebabkan oleh sektor "Distinti", yang memiliki struktur tubular yang tidak memenuhi spesifikasi keselamatan dan kenyamanan yang diwajibkan untuk ajang yang disahkan UEFA.


Trent Alexander-Arnold Jadi Gelandang Permanen Real Madrid? Ini Jawaban Jose Mourinho
Michael Carrick Akhirnya Kembali ke Panggung Liga Champions Setelah 4 Tahun 291 Hari
Pilar Masa Depan Manchester United itu Bernama Kobbie Mainoo
